BANDUNG, (PRLM).- Apresiasi terhadap para penulis di Indonesia masih rendah. Akibatnya karya tulis yang dihasilkan juga kurang diapresiasi oleh masyarakat luas.
"Kalau dari segi jumlah masih cukuplah, belum masuk kondisi stadium. Tetapi yang kurang itu apresiasi dan penghargaan kepada para penulis dan pengarang ini, sehingga tidak ada motivasi untuk terus menulis," kata Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Provinsi Jawa Barat, Anwarudin yang ditemui seusai Pembukaan Pesta Buku 2011 di Landmark Convention Hall, Jln. Braga Bandung, Rabu (9/2).
Tidak hanya itu, kata Anwarudin, kondisi ini diperparah dengan belum jelasnya besaran royalti kepada penulis. Sebab sampai saat ini belum ada hitungan ideal berapa besaran royalti yang seharusnya diterima penulis dari setiap karyanya. "Macam-macam ada yang 15 atau 10 persen. Makanya kami sedang pikirkan untuk menghitung berapa seharusnya standar pembagian royalti ini. Apakah 20 atau 30 persen," ujarnya. (A-157/A-147)***