Pilih Produsen
Customer Support
Condongcatur, Depok, Sleman,
DI. Yogyakarta 55283
 
Layanan 1
Layanan 1
 
Layanan 2
Layanan 2

 

 

 

Berita-berita - Karya Ilmiah di Jurnal Tak Bisa Dihindari
  19 Feb 2012

 

JEMBER, KOMPAS.com -- Karya ilmiah mahasiswa yang diterbitkan di jurnal ikut menentukan kualitas calon sarjana. Karena itu, calon sarjana tidak bisa menghindar lagi untuk membuat karya tulis ilmiah yang harus dimuat di jurnal.

"Mahasiswa calon sarjana pasti bisa membuat karya ilmiah untuk dimuat di jurnal, kecuali kalau skripsinya dibuatkan orang lain," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Joko Santoso kepada wartawan di Politeknik Negeri Jember, Jawa Timur, Sabtu (18/2/2012).

Bagi mahasiswa calon sarjana yang melakukan penelitian sendiri dan menulis skripsi sendiri, membuat karya ilmiah di jurnal tidak sulit. Karya ilmiah di jurnal hanya 5 hingga 10 halaman, jika dibanding skripsi yang tebalnya 150 hingga 200 halaman.

Joko Santoso menganjurkan supaya semua perguruan tinggi segera mendaftarkan jurnalnya. Jurnal bisa dibuat di tingkat universitas, fakultas, program studi, atau laboratorium.

"Cara membuat jurnal bisa di lihat di website Dikti. Di sana ada petunjuk cara membuat jurnal online," kata Joko Santoso.

Pembubaran Diskusi, Promosi Bagus Buku Manji
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Endi M Bayuni, yang juga anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menilai, pembubaran diskusi dan bedah buku feminis Muslim asal Kanada, Irshad Manji, yang berjudul "God, Liberty and Love" di Komunitas Salihara, Jakarta, Jumat (4/5/2012) adalah promosi buku yang bagus dan gratis.
Gayatri Rajapatni
Sejarawan Universitas British Columbia, Kanada, Earl Drake, yang pernah menjabat Duta Besar Kanada di Indonesia menggugah pemerhati sejarah nasional dengan menyodorkan kembali sejumlah tanda tanya yang luput dipahami orang.