" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"> ');

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Selamat datang di ambarrukmo.com | Tempat belanja murah, mudah, dan cepat!
Beranda » Buku » Biografi » Berlayar di Tengah Badai: Misbach Tamrin dalam Gemuruh Seni-Politik

Berlayar di Tengah Badai: Misbach Tamrin dalam Gemuruh Seni-Politik

Kategori:
OFF 15%
Kode : 978-602-08809-20-5
Berat : 200 gram
Stok : Ready Stock
Dilihat : 648 kali
Review : Belum ada review
Rp 42.500 Sebelum Rp 50.000
(OFF 15%) Hemat Rp 7.500
Tentukan Pilihan!
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang Berlayar di Tengah Badai: Misbach Tamrin dalam Gemuruh Seni-Politik kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Berlayar di Tengah Badai: Misbach Tamrin dalam Gemuruh Seni-Politik

Penulis     : Hairus Salim HS dan Hajriansyah

Cetakan    :

Tebal         : xviii + 170 hlm

Ukuran     : 14,5 x 21 cm

Penerbit   : Gading Publishing

Deskripsi:

Peristiwa G30S tahun 1965 merupakan kelokan penting dalam perjalanan bangsa ini. Partai Komunis Indonesia (PKI), salah satu dari empat partai terbesar era tersebut, dilarang menyusul pecahnya peristiwa tersebut. Lalu ribuan, bahkan jutaan, anggota, simpatisan, dan mereka yang dipandang terkait dengan PKI, diburu, dibunuh, ditangkapi, ditahan, dan yang tersisa kemudian hidup sebagai eks-tapol, warga negara kelas dua, selama pemerintahan Orde Baru.

Telah banyak kajian dibuat, baik oleh peneliti dalam negeri maupun luar negeri, mengenai apa sebenarnya yang terjadi pada tahun tersebut. Puluhan memoar, biografi, otobiografi, dan sejenisnya dari para korban dan saksi hidup akan peristiwa tersebut telah diterbitkan. Karya-karya seni, sastra dan senirupa, tak kalah banyaknya mengenangkan apa yang terjadi pada era tersebut. Semua telah membentuk historiografi tersendiri mengenai peristiwa 1965.

Buku ini adalah biografi salah seorang saksi sekaligus korban dalam peristiwa tersebut. Ia adalah Misbach Tamrin, pelukis dan aktivis Sanggar Bumi Tarung (SBT), sebuah kelompok perupa muda yang berafiliasi dengan Lekra di Yogya, di paro pertama tahun 1960an.

Misbach turut ditangkap dan kemudian ditahan tanpa pengadilan selama 13 tahun di kota kelahirannya. Setelah bebas dari penjara, menariknya ia bekerja untuk mendirikan dan membuat monumen, taman kota, tugu, relief, dan lain-lain di kota-kota Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Tengah. Setelah reformasi, ia kembali ke dunia seni rupa dan mengikuti sejumlah pameran, serta menghidupkan lagi SBT

Buku ini berisi riwayat perjalanan hidupnya sebagai pelukis dan aktivis kebudayaan kiri. Selama ini kisah tragik peristiwa 1965 ini banyak muncul di Jawa dan Bali. Yang menarik dari buku ini adalah karena ia mengangkat sosok di wilayah Kalimantan Selatan, yang selama ini jarang diketahui. Dengan demikian, buku ini melengkapi historiografi sejarah 1965, yang hingga kini pun masalahnya masih silang sengkarut.

 

Belum ada review untuk Berlayar di Tengah Badai: Misbach Tamrin dalam Gemuruh Seni-Politik

Silahkan tulis review Anda

Produk Terkait Berlayar di Tengah Badai: Misbach Tamrin dalam Gemuruh Seni-Politik

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

OFF 20%
Rp 76.000 Rp 95.000
Ready Stock / 978-602-6799-41-8
OFF 15%
Rp 74.800 Rp 88.000
Ready Stock / 978-979-29-7038-8
OFF 15%
Rp 125.800 Rp 148.000
Ready Stock / 978-979-29-6585-8

Twitter

SIDEBAR