Posted on

Omar Khayyam

Penulis : Harold Lamb

Tebal : 478 hlm

Ukuran : 14 x 20 cm

Penerbit : Diva Press

Deskripsi :

Novel ini mengisahkan petualangan seorang lelaki muda terpelajar bernama Omar Khayyam. Dengan kecerdasannya dalam matematika dan kecintaannya terhadap bintang-bintang, Omar mendapat jabatan bergensi sebagai ahli perbintangan sang sultan. Namun ketika kekasihnya dipaksa oleh orang tua dan kerabatnya untuk menikah dengan seorang saudagar, dia menjadi sangat sedih dan memilih pergi bertualang.

Inilah kisah perjalanan seorang pemuda yang namanya kelak masyhur sebagai ahli astronomi dan matematikawan dari dunia Islam.

Posted on

Basirah

Penulis : Yetti A.KA

Tebal : 184 hlm

Ukuran : 14 x 20 cm

Penerbit : Diva Press

Deskripsi :

Langit berwarna merah pekat.
Seorang perempuan orang tua tunggal membaca pertanda alam lewat kartu tarot.
Seekor anjing raksasa mati dibunuh dengan cara mengenaskan.
Seorang perempuantua yang lebih suka bercakap-cakap dengan arwah anak dan suaminya.
Anak gadis berjiwa dewasa terperangkap dalam kekeliruan.

Di Kota Basirah ini semua hal tidak masuk akal bisa terjadi. Mungkin, sesuai arti namanya, kota ini menunjukkan inti perasaan terdalam penghuninya, yang tak selalu seputih kapas, tapi juga sehitam malam.

 

Posted on

Kitab Cinta Yusuf Zulaikha

Penulis : Taufiqurrahman al-Azizy

Tebal : 464 hlm

Ukuran : 14 x 20 cm

Penerbit : Diva Press

Deskripsi :

Buku ini sangat kreatif mengeksplorasi khazanah kisah dalam al-Qur’an (Yusuf dan Zulaikha) dalam spektrum kehidupan masa kini. Sekali Anda membuka novel ini, Anda akan sulit berhenti. Ceritanya penuh falsafah, alurnya memikat, setting- nya kuat, karakter tokoh-tokohnya mengakar dalam kemelut konflik cinta yang menggemuruh. KH. D. Zawawi Imron, sastrawan senior, penulis buku Celurit Emas.

Saya takut menjadi musyrik. Saya takut menyekutukan Cinta saya kepada Allah karena cinta saya kepada Yusuf. Saya rindu untuk bisa dibelai Allah, tetapi hati saya dipenuhi pula kerinduan kepada Yusuf. Apakah saya sudah menjadi manusia musyrik ya, Ustadz? Tolonglah saya! Demi Allah, saya tidak kuasa untuk memilih satu dari cinta dan kerinduan ini. Rindu saya untuk menggapai Wajah Allah seiring rindu saya menggapai wajah Yusuf…

Rintihan Zulaikha merobek-robek angkasa malam. Cinta dan kerinduannya kepada Yusuf demikian mendalam. Inilah kitab cinta sang wanita muslimah kepada Yusuf seorang pemuda muslim yang diberkati wajah yang bercahaya. Akankah takdir Yang Maha Kuasa membimbingnya menyatukan jiwanya dengan jiwa Yusuf, sekalipun jalan cinta yang harus dilalui oleh sepasang insan ini demikian berliku? Cinta, keimanan, kerinduan, keindahan, mengamuk bersama nyala api kecemburuan, iri, kebencian, kekecewaan, kepedihan, nafsu, dan amarah. Sangat mendera iman…

 

Posted on

Candide

Penulis     : Voltaire

Tebal         : xvi + 200 hlm

Ukuran     : 13 x 18 cm

Penerbit   : Obor Indonesia

Deskripsi :

Sesuai dengan judulnya, dongeng Voltaire ini menceritakan pengalaman Candide setelah diusir dari Istana Baron Thunder-ten-Tronckh, tempat nyaman masa kecil, di mana ia mendapat pendidikan dari guru filsafat Pangloss. Ia diusir gara-gara hal sepele saja, yaitu karena ia berani mencium Cunégonde, putri sang Baron.

Candide yang lugu dan polos sesuai dengan namanya, sangat penurut dan menyerap ajaran gurunya yang fanatic secara membabi buta: bahwa semuanya terbaik dalam dunia terbaik yang mungkin diciptakan. Ia berpetualang dari satu negeri ke negeri lain dan mengalami berbagai masalah:  direkrut menjadi tentara Bulgaria dan dipaksa berperang menyaksikan pembantaian manusia, dan kemudian di negeri Belanda melihat berbagai bentuk kemunafikan manusia. Dalam perjalanan ia bertemu lagi dengan Pangloss, yang bertampang mengerikan karena menjadi korban penyakit kotor. Gurunya menceritakan bahwa keluarga sang Baron porak-poranda: baron dan istri serta putranya dibunuh, dan Cunégonde juga diperkosa dan dibunuh.

Dalam kisah selanjutya, tokoh-tokoh itu dipertemukan dan kemudian dipisahkan lagi dalam kondisi yang tidak menggembirakan karena mengalami berbagai bencana.Terkadang masuk tokoh-tokoh baru yang membawa pikiran yang bertolak belakang, misalnya tokoh Martin. Ia berpendapat bahwa di dunia ini segalanya jelek, demikian juga si Nenek yang melayani Cunégonde. Jadi berlawanan dengan Pangloss yang, di tengah bencana yang paling mengerikan, tetap berpendapat bahwa semuanya baik di dunia terbaik yang mungkin diciptakan.

Bentuk dongeng memungkinkan sang pengarang untuk membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sebetulnya Voltaire, sebagai salah seorang pengarang terbesar Prancis pada abad ke-18, telah menulis banyak karya drama dan karya ilmiah. Dongeng-dongeng seperti Candide, Si Lugu, dan Suratan Takdir ditulisnya pada masa tua untuk menghibur teman-temannya dalam pertemuan silaturahmi. Namun justru dongengnyalah yang hidup sampai sekarang, bahkan Candide misalnya, telah difilmkan. Jika dibaca secara sepintas lalu, Candide hanyalah dongeng petualangan biasa. Namun jika disimak secara mendalam, kisah ini penuh renungan filsafat dan kritik Voltaire tentang perilaku dan kondisi manusia sepanjang zaman.

 

Posted on

Anak Kolong di Kaki Gunung Slamet

Penulis     : Yan Lubis

Tebal         : xviii + 464 hlm

Ukuran     : 14 x 20 cm

Penerbit   : Obor Indonesia

Deskripsi :

Ini memoar  seorang  anak  kolong  (tentara)  remaja bersama  keluarganya: Ayah yang  jarang di rumah; Ibu yang tabah; dan Eyang (nenek) yang eksentrik– penggemar sastra Jawa klasik. Tokoh aku menuturkan  kejadian-kejadian riang, lucu, tegang, dan pilu selama tinggal di asrama-asrama tentara di kaki Gunung Slamet dalam rentang tahun 1960-1970. Pada masa itu, tentara sibuk terlibat pada Operasi Trikora, Dwikora, penumpasan PKI, dan PGRS/Paraku. Situasi ekonomi  mengimpit dan politik rumit selama masa transisi Orde Lama ke Orde Baru, memuncak pada tragedi 30 September 1965.
Tokoh aku bergaul dengan berbagai manusia, hewan, dan alam. Dia bertualang bersama Bawor-¬ tobang (pembantu)  tentara, jatuh cinta pertama dengan Teteh-penjual karedok; main mata dengan Mbak Yus yang misterius.  Tokoh aku juga akrab dengan keluarga bromocorah (penjahat) di Hutan Bambu dengan tokoh-tokoh  unik:   Yitno-pemimpin  golongan hitam dan kakak- beradik Kunti dan Lanak, serta seekor burung  tengkek yang  aneh seperti  pemiliknya: Ki Tengkek. Memoar ini ditulis dengan ringan- jenaka tetapi juga pahit-getir.

Posted on

Anak Mat Lela Gila

Penulis     : Ishak Haji Muhammad

Tebal         : vi + 168 hlm

Ukuran     : 13,5 x 18 cm

Penerbit   : Obor Indonesia

Deskripsi :

Karya Ishak Haji Muhammad, Anak Mat Lela Gila pertama kali diterbitkan pada tahun 1960 di Malaysia, mengisahkan seorang pemuda yang dianggap gila dan ganjil oleh penduduk desa – seperti membersihkan halaman masjid namun tidak pernah masuk ke dalamnya, membuat batu bata sementara di desa itu belum ada rumah batu bata, mengukir kayu dan membersihkan semak-semak hutan, yang tidak biasa dikerjakan oleh orang pada umumnya. Kesehariannya  berada di hutan dengan rambut terurai panjang layaknya perempuan.

Meskipun dianggap gila, ia berusaha merawat bayi yang bernama Bulat yang masih berumur 6 bulan, yang sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya tanpa pesan. Novel yang ditulis dengan cermat dan berhati-hati ini mengandung banyak pesan yang masih relevan hingga kini. Ishak Haji Muhammad secara halus menyampaikan kritik sosial melalui karyanya dengan gaya bahasa khas Melayu yang lugas, mudah dicerna dan difahami.

Bagaimana Bulat bisa sampai ke Mat Lela, Johari, Alang, dan menjadi penyanyi, dan mengapa ditinggalkan oleh orang tuanya? Sangat menarik kisahnya untuk disimak.

 

Posted on

Labirin Osiris

Penulis     : Paul Sussman

Tebal         : 640 hlm

Ukuran     : 13 x 20 cm

Penerbit   : Alvabet

Deskripsi :

Labirin Osiris adalah novel ketiga dari trilogi sekaligus karya terakhir Paul Sussman, penulis bestseller yang mati mendadak pada Mei 2012, tepat lima hari setelah ia merampungkan penulisan novel ini. Bagi Sussman, novel ini merupakan karya terbaiknya, yang ia sendiri tak sabar menantikan terbitnya. Menggabungkan pengetahuan arkeologi dan jurnalisme dengan plot yang bergerak bolak-balik dan berkelok-kelok, inilah cerita investigatif yang mencekam dari seorang master thriller.

Detektif Arieh Ben Roi dari Kepolisian Yerusalem ditugaskan menyelidiki kematian wartawan Israel, Rivka Kleinberg, yang tewas mengenaskan di sebuah katedral. Sebagai eksposur tak kenal takut, Kleinberg menjadi musuh kalangan atas, seperti perusahaan internasional, pemerintah Israel, dan mafia Rusia. Memulai penyelidikannya, Ben Roi meneliti tulisan-tulisan yang tengah dikerjakan Kleinberg sebelum meninggal, dan menemukan kata kunci Mesir yang membuatnya binggung.

Menghadapi batu sandungan, Ben Roi menghubungi sahabat lamanya, Inspektur Yusuf Khalifa dari Kepolisian Luxor, Mesir, untuk meminta bantuan. Mereka lalu menimang-nimang kasus lain yang Kleinberg teliti sebelum mati: kematian misterius ahli sejarah Mesir asal Inggris pada 1930an, yang menemukan tambang emas mirip labirin raksasa dengan kekayaan luar biasa seperti tergambar dalam karya Herodotus. Apa hubungan penemuan tambang emas dengan pembunuhan Kleinberg?

 

Posted on

Life

Penulis     : Uwaraa Montgomery

Tebal         : 441 hlm

Ukuran     : 14 x 20,5 cm

Penerbit   : IKON (Serambi)

Deskripsi :

Tekadku bulat saat itu. Aku, Felicia Ann, akan menjaga mereka.
Apa pun pengorbanannya.

Felicia Ann, gadis independen dan tak suka aturan, bersedia menjadi istri untuk suami kakaknya semenjak sang kakak meninggal.
Fee tidak hanya berkorban waktu, tetapi juga batin demi janji yang dia jaga.

Cerita terbaik yang sangat complicated dan membuat perasaan campur aduk—dengan alur natural dan akhir kisah yang sulit ditebak.
Sampai sekarang saya masih tidak bisa mengerti bagaimana perasaan Fee yang sesungguhnya.” –Aisyaharg

The best. Karakternya kuat, susah diterka, dan berhasil membuat perasaan pembaca jungkir balik.—InezAlvoinika

Meskipun baru membaca beberapa bagian, saya sudah merasa sangat sedih. –Swilowee

Penerbit Ikon

Imprint Penerbit Serambi

Posted on

Oon in Action

Penulis     : Aniqotuz Zahro

Tebal         : 303 hlm

Ukuran     : 13 x 19 cm

Penerbit   : IKON (Serambi)

Deskripsi :

Dia cinta pertamaku. Dia cinta masa kecilku.
Dia cinta gilaku. Dia kedipan mataku.
Dia cinta monyetku. Dan dia adalah cintaku selamanya. Dia dulu dekat, tapi selalu menjauh. Kini dia dekat, tapi terasa jauh.
Dulu dia tampan, sekarang dia jauh
lebih tampan. Dulu dia songong, sekarang dia semakin  songong. Dulu dia menolakku,
sekarang pun juga. Dulu aku tidak pernah menyerah untuk mendekatinya,
sekarang pun sama.
Menjinakkannya itu lebih susah daripada menjinakkan singa yang mengamuk.
Tapi aku tidak akan pernah menyerah.
Itu…
Dia…
***
“Kak Melvin lucu deh!”
Aku terus mengejarnya.
Dia pun mulai ketakutan.

Penerbit Ikon

Imprint Penerbit Serambi