Posted on

Pohon Sidrah

Penulis : Kuswaidi Syafi’i

Tebal : 124 hlm

Ukuran : 14 x 20 cm

Penerbit : Diva Press

Deskripsi :

Pohon Sidrah? Judul ini tentu menimbulkan pertanyaan karena frasa ini tidak lazim digunakan dalam bahasa keseharian. Teks-teks kreatif memang tidak harus selalu menggunakan bahasa keseharian, tetapi ketika komunikasi estetis menghendaki pencapaian yang sesungguhnya, bahasa puitik tidak pula harus menghindari sepenuhnya hal-hal yang bersifat keseharian. Bukankah pengalaman penyair juga sering, kalau tidak boleh dikatakan selalu, berangkat dari pengalaman keseharian, baik yang personal, sosial maupun yang religius? Pohon Sidrah memang sebuah kolokasi baru yang tidak (begitu) dikenal di luar wacana puitik. Itulah sebabnya dibutuhkan interleks-interleks tertentu buat memanjat-nya, yang bisa berupa karya lain dari penyair yang sama, dan bisa pula biografinya, yakni biografi dan terminologi literer, bukan biografi dalam pengertian curriculum vitae. Pohon Sidrah adalah orkestrasi pencarian”. Di dalamnya terkandung makna state of confession penyair sebagai manusia di hadapan Sang Pencipta. Pencarian itu sendiri bermula bukan dari tesis aku berpikir aku ada’, melainkan bertolak pada aku merespons lalu lalu aku ada?

Posted on

Sepuluh Meretas Batas: Kumpulan Puisi dan Cerita Pendek

Penulis     : Eka Budianta dan Toeti Heraty Roosseno

Tebal         : xxviii + 388 hlm

Ukuran     : 13,5 x 18cm

Penerbit   : Obor Indonesia

Deskripsi :

Sepuluh penulis senior bersepakat untuk bersatu dalam 10 MERETAS BATAS!  Meretas Batas? Ya, usia bukan batasan dalam melahirkan karya, mengingat para Penulis ini berusia di atas 60 – bahkan melewati 80 tahun, bergabung dengan saling mendukung, saling mengisi dengan karakteristik masing-masing. Satu hal yang patut dihargai adalah kesetiaan, ketekunan dalam berkarya, sekaligus memberikan teladan kepada para penulis yang masih belajar memberikan kontribusi terbaiknya untuk dunia seni penulisan di Indonesia ( Eka Budianta ).

Antologi ini menjadi spektrum pengalaman manusia yg penuh variasi, tertangkap dalam deskripsi kota, deskripsi eksistensi manusia, dari segi tempat menghuni, rumah kompleks, apartemen, ke percintaan yang bermuara pada kegagalan, kejutan firasat mimpi, dan deskripsi pengalaman mati suri, perenungan keindahan, tentang alam kaya berwarna dan manusia yang beraneka. Sekali lagi karya ini merupakan kumpulan letupan kreativitas yang membara, menyusuri spektrum kaya raya tentang kehidupan ( Toeti Heraty Roosseno).