Posted on

Liku-Liku Penurunan Kelahiran dalam Perspektif Kekinian

Penulis     : Trisnaningsih

Tebal         : x + 58 hlm

Ukuran     : 17,5 x 25 cm

Penerbit   : Mobius

Deskripsi :

Fertilitas (kelahiran) merupakan salah satu dari tiga komponen dinamika penduduk yang mempengaruhi peningkatan jumlah penduduk. Semua bangsa-bangsa di dunia mengharapkan keberlangsungan keberadaannya di muka bumi berasal dari anak keturunan yang dihasilkan melalui kelahiran. Tanpa adanya kelahiran, maka keaslian suatu etnis dapat dipastikan lambat laun akan punah dengan sendirinya.
Seberapa banyak jumlah kelahiran yang diinginkan, tidak sama antarbangsa dan antarnegara. Untuk mencapai keinginan tersebut setiap negara melakukan upaya pengontrolan kelahiran, baik yang bersifat mendorong maupun yang bersifat membatasi. Upaya untuk mendorong kelahiran merupakan permasalahan kependudukan yang pada umumnya dihadapi oleh negara-negara maju, sementara di negara sedang berkembang upayanya adalah sebaliknya, yaitu membatasi kelahiran. Berbagai tantangan yang dihadapai dalam pelaksanaan program pengendalian kelahiran disajikan dalam buku ‘Liku-liku Penurunan Kelahiran dalam Perspektif Kekinian’ ini.

Posted on

Sistem Informasi Geografis

Penulis     : Vini Indriasari

Tebal         : xx + 238 hlm

Ukuran     : 17 x 24 cm

Penerbit   : Mobius

Deskripsi :

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan bidang ilmu yang dibutuhkan di banyak aplikasi, mulai dari perencanaan kota, perencanaan transportasi, kehutanan, pertanian, navigasi, hidrologi, geologi, telekomunikasi, ekonomi hingga bisnis. Saat ini penerapan SIG di Indonesia mulai meluas, namun masih banyak pihak-pihak yang belum menggunakan SIG dalam pekerjaan dan bisnis mereka, padahal pemanfaatan SIG dapat memberikan manfaat dan keuntungan yang lebih optimal. Buku-buku tentang SIG sudah mulai banyak diterbitkan dalam Bahasa Indonesia, namin jumlahnya relatif masih sedikit dibanding buku-buku asing, serta kebanyakan hanya membahas aspek teknis atau bersifat tutorial, tidak banyak yang membahas aspek sains.
Buku ini membahas secara menyeluruh dan mendalam aspek sains dari SIG di samping aspek teknis. Karena lebih berorientasi pada pengetahuan teoritis, buku ini tidak disertai dengan tutorial latihan. Teknik-teknik manipulasi dan analisis data spasial yang dijelaskan dalam buku ini tidak tergantung pada perangkat lunak tertentu. Pembaca dapat memilih perangkat lunak SIG yang tersedia di pasaran, seperti ArcGIS, MapInfo, QGIS, dan ILWIS.

Posted on

Geologi Teknik

Penulis     : Imam Subekti

Tebal         : xxiv + 302 hlm

Ukuran     : 17,5 x 25 cm

Penerbit   : Teknosain

Deskripsi :

Walaupun ilmu Geologi Teknik telah dimanfaatkan jauh sebelumnya dalam rekayasa konstruksi teknik sipil, namun kesadaran akan pentingnya pengetahuan geologi dalam bidang konstruksi baru mencuat pada awal abad 20. Hal tersebut dipicu oleh malapetaka kegagalan konstruksi, terutama dalam kasus runtuhnya bendungan St Francis di California-USA pada tahun 1928, dan musibah bendungan Vajont di Italia pada tahun 1963. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan tentang karakteristik fisik dan keteknikan dari material geologi, baik berupa tanah maupun batuan tempat konstruksi bangunan didirikan belum cukup memadai, dan masih perlu dilengkapi dengan pengetahuan geologi termasuk proses-prosesnya.Buku ini, disamping membahas karakteristik fisik dan keteknisan material geologi, juga memperkenalkan faktor-faktor geologi, meliputi genesa, proses-proses yang berjalan, keberlanjutan serta kemungkinan dampaknya terhadap konstruksi. Pada bagian akhir buku ini, diberikan contoh-contoh kasus dalam aplikasi ilmu Geologi Teknik dalam konstruksi baik yang menunjukkan kegagalan konstruksi, maupun yang menunjukkan keberhasilan konstruksi.

Posted on

Geomorfologi

Penulis     : Soetoto

Tebal         : 246 hlm

Ukuran     : 16 x 24 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi:

Geomorfologi adalah ilmu pengetahuan tentang bentuk wujud permukaan bumi terutama mengenai pembelajaran klasifikasi, deskripsi, sifat, asal, dan perkembangan bentuklahan sekarang dan hubungannya dengan struktur dan sejarah perubahan geologis seperti yang terekam oleh
kenampakan permukaannya.

Buku geomorfologi ini dapat digunakan sebagai sarana pemandu belajar bagi para mahasiswa S1 dan S2 Program Studi Teknik Geologi dan siapa pun yang sedang belajar geomorfologi. Buku ini juga dapat digunakan oleh para peserta kuliah geomorfologi dan para pengguna lain untuk mengembangkan kemampuannya dan menerapkannya di bidang pekerjaannya masing-masing.

Posted on

Kartografi Visualisasi Geospasial

Penulis     : Menno-Jan Kraak dan Ferjan Ormeling

Tebal         : 209 hlm

Ukuran     : 20 x 27,5 cm

Penerbit   : UGM Press

Deskripsi :

Edisi baru buku teks yang laris terjual ini mencerminkan bertambah pentingnya kartografi sebagai dasar untuk analisis geografi. Buku ini secara keseluruhan telah diperbaharui dan ditambah dengan empat bab bau dan muthakir yaitu tentang Atlas,Pemetaan Waktu, Peta dan World Wide Web, dan Geovisualisasi.

Buku ini terutama menekankan pada peranan peta dalam infrastruktur data geospasial dan kaitannya dengan multimedia dan web.

 

Posted on

Garis Besar Geomorfologi Indonesia

Penulis     : Herman Th. Verstappen

Tebal         : 220 hlm

Ukuran     : 17 x 23 cm

Penerbit   : UGM Press

Deskripsi :

Geomorfologi sebagai salah satu ilmu kebumian yang mempelajari bentuk lahan, proses geomorfik dan perkembangan bentang lahan dari permukaan bumi belum banyak diketahui dan dipahami oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Pada hal pengetahuan geomorfologi terkait erat dengan komponen lingkungan yang lain seperti geologi, tanah hidrologi dan penggunaan lahan; hampir semua kegiatan manusia dan pembangunan di permukaan bumi tidak luput dari aspek kajian geomorfologi, pengetahuan yang utuh dan menyeluruh tentang kondisi geomorfologi Indonesia mempunyai arti penting alam mengidentifikasi potensi sumber daya alam, tingkat kerawanan bahaya/bencanan alam dan permasalahan lingkungan

Buku ini menyajikan secara garis besaer kondisi Geomorfologi Indonesia berdasarkan genetikanya, yang meliputi bentuk lahan asal struktural (tektonik), vulkanik, denudasional (termasuk karst), fluvia dan marin. Masing-masing bentuk lahan genetik tersebut dijelaskan secara baik dengan ilustrasi foto, foto udara, citra satelit, grafi dan peta. Selain uraian garis besar, pada lokasi-lokasi tertentu ada penjelasan lebih rinci bagi fenomena geomorlogi yang spesifik. Variasi karakteristik geomorfologi Indonesia tersebut tidak lepas dari p;osisinya yang terletak pada pertemuan tiga lempeng teknotik dan pada daerah iklim tropis basah, sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan sumber daya buatan/mineral, tanah dan air, dan aktifnya proses geomorfik, seperti tektonik, vulkanik, pelapukan, erosi, banjir, dan longsor.

Pemahaman terhadap kondisi Geomorfologi Indonesia paling tidak mempunyai manfaat dalam mengidentifikasi ketersediaan sumber daya alam, tingkat kerawanan bencana, dinamika bentang lahan dan permasalahan lingkungan. Bagi sivitas akademika yang berkecimpung dalam bidang geografi, geologi, pengindraan jauh, ilmu tanah, hidrologi, teknik, pertanian, ilmu lingkungan, dan arkeologi diharapkan dapat dikaitkan dengan bidang kajiannya masing-masing. Bagi pembaca yang bergerak dalam pengelolaan sumber daya alam dan penanggulangan kebencanaan pengetahuan Geomorfologi Indonesia ini dapat dijadikan dasar perencanaan dalam pemilihan lokasi dan aktifitas yang tepat, aman dan berhasil guna.

 

Posted on

Geomorfologi dan Dinamika Pesisir Jepara

Penulis     : Sunarto, Muh Aris Marfai, Muhammad Anggri Setiawan

Tebal         : 228 hlm

Ukuran     : 15,5 x 23 cm

Penerbit   : UGM Press

Deskripsi :

Buku ini berisi tentang geomorfologi dan dinamika di wilayah pesisir, khususnya geomorfologi dan dinamika Pesisir Jepara. Pesisir merupakan wilayah yang sangat dinamis, sangat rentan terhadap suatu perubahan. Dinamika di wilayah pesisir perlu dipelajari agar dapat diketahui langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya dinamika tersebut.

Buku ini terdiri atas lima chapter. Chapter pertama berjudul “Konsep Geomorfologi dan Dinamika Kepesisiran: Terapan di Kabupaten Jepara”, yang di dalamnya membahas mengenai konsep dasar geomorfologi dan konsep dasar dinamika kepesisiran. Chapter kedua berjudul “Erosi dan Sedimentasi Kawasan Pesisir Jepara”, yang membahas tentang permasalahan yang terjadi dengan contoh kasus erosi dan sedimentasi di Pantai Jepara. Chapter ketiga berjudul “Dinamika Lingkungan Daerah Aliran Sungai dan Pesisir” yang membahas mengenai dinamika yang terjadi di suatu DAS dan pengaruhnya terhadap dinamika pesisir. Chapter keempat berjudul “Deskripsi Lingkungan Wilayah Pesisir Jepara”, yang mendeskripsikan tentang lingkungan biotik dan abiotik wilayah Pesisir Jepara. Chapter kelima dengan judul “Potensi Bencana Hidrometeorologi di Kawasan Sub-DAS Ampel Kabupaten Jepara”, yang membahas tentang bencana hidrometeorologi yang terdapat di Sub-DAS Ampel yang merupakan bagian dari pesisir Jepara.

 

Posted on

Menyerap Karbon: Layanan Ekosistem Pesisir untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Penulis     : A’an J. Wahyudi, dkk. (Editor)

Tebal         : 130 hlm

Ukuran     : 15,5 x 23 cm

Penerbit   : UGM Press

Deskripsi :

Usaha mitigasi efek gas rumah kaca dan perubahan iklim dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu: pertama, menjaga agar emisi gas rumah kaca berada dibawah neraca karbon, dan kedua, menjaga kelestarian layanan ekosistem dari vegetasi darat dan pesisir dalam penyerapan karbon. Saat ini, kajian mengenai layanan ekosistem vegetasi pesisir untuk mitigasi efek gas rumah kaca sangat jarang dilakukan. Buku ini menyampaikan uraian hasil riset bahwa ternyata ekosistem vegetasi pesisir (diantaranya adalah mangrove dan padang lamun) memiliki peran yang cukup penting dalam menyerap karbon. Kemampuan vegetasi pesisir dalam penyerapan karbon inilah yang menjadi salah satu layanan ekosistem yang penting terutama pada era terjadinya perubahan iklim global.

Selain menggarisbawahi temuan-temuan penting dalam konteks vegetasi pesisir, merujuk pada kajian kasus di Bintan (Provinsi Kepulauan Riau), buku ini juga mnegenalkan pendekatan baru untuk menentukan arah kebijakan pengembangan wilayah. Pendekatan tersebut adalah dengan mempertimbangkan indeks penyerapan carbon (carbon sequestration index/CSI). CSI akan dapat menggambarkan status terkini terkait kompatibilitas kemampuan wilayah dalam menerima stres antropogenik berupa emisi gas rumah kaca.