Posted on

Antropologi Budaya

Penulis     : Warsito
Cetakan   :
Tebal        :
210 hlm
Ukuran     : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi:

Indonesia mempunyai keragaman suku bangsa dan budaya. Setiap suku bangsa mempunyai kearifan lokal yang menjadi dasar kehidupannya. Dari situlah keseimbangan alam dan manusia terbentuk secara utuh dan berkesinambungan. Secara turun-temurun tradisi itu diwariskan ke generasi bcrikutnya. Kebhinckaan dan harmoni suku-suku bangsa itu menjadi khazanah budaya yang dikagumi dunia. Permasalahan muncul ketika kita—manusia Indonesia—memasuki tahap modern. Nilai dan norma budaya yang berbasis kearifan lokal, kian jauh dari perhatian dan kepedulian manusia.

Buku Antropologi Budaya ini disusun secara khusus untuk menyediakan bahan ajar dan referensi bagi mahasiswa dan manusia Indonesia yang berbudaya. Bahwa kehidupan tidak hanya berhentidi sini untuk kepentingan kita sendiri, tetapi harus dijaga kelangsungannya demi kepentingan anak cucu generasi berikutnya. Buku ini didedikasikan untuk orang-orang yang yang mencintai dan peduli pada masa depan Indonesia yang berbudaya, berkarakter, dan sanggup hidup di era global dengan berkepribadian.

Posted on

Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia

Penulis     : Zulyani Hidayah

Cetakan    : 2016

Tebal         : xxii + 470 hlm

Ukuran     : 15 x 23 cm

Penerbit   : Obor Indonesia

Deskripsi:

MOTTO “Binneka Tunggal Ika” – yang telah banyak dikenal masyarakat Indonesia – mempunyai arti bahwa walau masyarakat negeri ini amat beragam dalam berbagai aspeknya, namun tetap satu kesatuan. Namun demikian, tidak banyak yang mengetahui bagaimana sebenarnya keragaman dari suku-suku bangsa yang ada itu, Secara tidak langsung, buku ini menggugah kesadaran kita bahwa ternyata pengetahuan dan pengenalan kita selama ini tentang saudara-saudara sebangsa dan setanah air sangat terbatas. Keadaan ini semakin ironis ketika kita mengetahui banyak orang asing yang jauh lebih mengetahui bagaimana wujud keragaman bangsa kita itu.

Buku ini menyajikan informasi pokok mengenai berbagai suku bangsa di Indonesia, yang beberapa di antaranya sudah diteliti dan diungkap, namun jauh lebih banyak yang belum teridentifikasi secara baik. Kendatipun demikian, informasi yang tersaji dalam buku ini tetap menarik untuk diketahui dan diambil manfaatnya.

Posted on

Tradisi, Agama, dan Akseptasi Modernisasi Pada Masyarakat Pedesaan Jawa (Edisi Revisi)

Penulis     : Bungaran Antonius Simanjuntak

Cetakan    : 2016

Tebal         : xxx + 194 hlm

Ukuran     : 14,5 x 21 cm

Penerbit   : Obor Indonesia

Deskripsi:

……. Yang sangat penting penulis sarankan untuk diteliti lebih dalam ialah bagaimana sebenarnya tingkat kesadaran beragama masyarakat Jawa khususnya dan masyarakat-masyarakat suku-suku bangsa lainnya di Indonesia umumnya. Pengalaman membuktikan, bahwa sejak berabad-abad masyarakat Jawa di Pulau Jawa ini telah dimasuki agama Hindu dan Buddha sehingga kita lihat peninggalan-peninggalannya berupa candi-candi Borobudur, Prambanan, mendut, Kalasan, Jago, dan sebagainya. Demikian cepatnya agama tersebut berkembang, sampai-sampai kebudayaan Hindu-Budda tersebut menjadi terakulturasi dengan tradisi asli Jawa. Akibatnya, sekarang kita kurang tahu mana sebenarnya tradisi yang asli Jawa dan mana yang datang dari luar. Penulis kira ini juga perlu diteliti. Namun, setelah masuknya agama islam yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Gujarat, Persia, dan sebagainya, maka serta merta agama Hindu-Buddha tersebut ditinggalkan penduduk.

Menjadi persoalan bagi penulis ialah mengapa demikian cepatnya masyarakat Jawa tersebut meninggalkan agama Hindu-Buddha dan masuk ke agama islam? Mengapa peralihan itu menjadi demikian drastic dan cepat? Apakah karena sistem pemerintah feodal yang dulunya dianut oleh kerajaan-kerajaan di daerah ini, ataukah karena ada sebab-sebab lain? Suatu hal yang membayangi kecemasan penulis ialah apakah kalau datang lagi kelak dari luar “semacam kepercayaan” atau “semacam idiologi” yang menyusup ke daerah ini, maka penduduk akan serta merta pula meninggalkan agamanya masing-masing?

…….apalagi kita bahwa kesetiaan kepada agama adalah di bawah persentase kesetiaan kepada tradisi. Penulis kira bahwa situasi ini tidak hanya mencemaskan kita yang di Jawa, melainkan juga ada kemungkinannya sama dengan di daerah-daerah lain. Namun, penulis menganjurkan agar penelitian terhadap problem ini perlu dilakukan. Sampai di mana tingkat kesadaran keagamaan orang Indonesia secara umum dan suku-suku bangsa yang ada di daerah-daerah secara khusus?………

(Bungaran Atonius Simanjuntak)

 

Posted on

Metodologi Penelitian Kuantitatif; Untuk Bidang Ilmu Administrasi, Kebijakan Publik, Ekonomi, Sosiologi, Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya

Penulis     : Prof. Dr. Lijan Poltak Sinambela
Cetakan
   : 2014
Tebal
         : xx + 270 hlm
Ukuran
    : 21 x 26 cm
Penerbit
   : Graha Ilmu
Deskripsi
:
Melakukan penelitian sebagaimana dikemukakan tidaklah mudah, bahkan dalam pengalaman penulis membimbing mahasiswa program sarjana, magister bahkan doktor sekalipun banyak yang kesulitan dalam menyelesaikan studinya karena tugas akhir yang dibebankan pihak kampus. Terdorong dari kondisi seperti itulah penulis terbeban menulis buku sederhana ini untuk dapat memberikan panduan melakukan penelitian, khususnya penelitian kuantitatif.
Buku sederhana ini berisi metode, prosedur, dan teknik penelitian yang dapat digunakan dalam penelitian bidang Administrasi, Kebijakan Publik, Ekonomi, Sosiologi, Komunikasi, dan ilmu sosial lainnya. Uraian dalam buku ini membekali para peneliti tentang teori dan terapan yang dilengkapi dengan contoh-contoh terapan untuk dapat mengidentifikasi dan memecahkan masalah penelitian dengan pendekatan ilmiah. Untuk itu, diberikan penekanan tentang pengertian metode ilmiah serta hubungannya dengan desain dan meode-metode yang tepat. Buku ini secara garis besar terbagi dalam tiga bagian, yaitu hakikat penelitian, proses penelitian dan pelaporan penelitian. Dengan membaca dan memahami buku ini, diharapkan para peneliti dapat merencanakan, melaksanakan dan melaporkan penelitiannya dengan baik dan benar.

Posted on

Sinema Horor Kontemporer Indonesia

Penulis     : Anton Sutandio

Cetakan    : 2016

Tebal         :  142 hlm

Ukuran     : 14,5 x 21 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi:

Dalam dunia akademis Indonesia, tidak banyak buku teks yang berbicara mengenai perfilman Indonesia, terlebih lagi dalam genre horor. Oleh sebab itu, buku ini diharapkan dapat memperkaya keragaman buku-buku akademik mengenai industri film Indonesia yang semakin hari semakin berkembang.

Dalam kaitannya dengan sejarah, terutama trauma sejarah Indonesia, buku ini mencoba untuk mengeksplorasi fungsi alegoris sinema horor kontemporer Indonesia yang merepresentasikan kekhawatiran dan ketakutan akan trauma sejarah yang belum tersembuhkan.

Menjamurnya produksi film horor Indonesia di awal abad ke-21 setelah jatuhnya rezim Soeharto bukanlah suatu kebetulan. Hal ini menyiratkan adanya kebutuhan untuk mengatasi berbagai bentuk kekerasan politik dan sosial yang belum terselesaikan.