Categories
Pilih Produsen
Informasi
Biaya Pengiriman
Cara Pembayaran
Layanan Jasa
- 291341 -
Customer Support
Taman Kuliner K52 Condongcatur, Depok, Yogyakarta 55283
Support 1
Support 1
Support 2
Support 2

CD TUTORIAL WEB ECOMMERCE | Membuat toko online dalam 6 jam menggunakan Joomla! Virtuemart

Prajurit Perempuan Jawa 
[979-3731-28-1]
Rp50.000
Rp45.000

Penulis : Ann Kumar

Cetakan : Mei 2008

Tebal : xiv + 200 hlm

Ukuran : 14 x 21 cm

Penerbit : Komunitas Bambu

Deskripsi:

Sebagai manuskrip, catatan harian ini lebih dari manuskrip mana pun. Kita dipaksa menimbang kembali berbagai anggapan, pendapat, dan klise tentang masyarakat Indonesia (terutama Jawa) tradisional, seperti konsep Clifford Geertz tentang ‘theatre state’ , pengaruh Islam di kraton Jawa abad ke-18 yang kurang, dan tentang orang Cina. Namun yang terpenting buku ini memaksa kita untuk menimbang kembali pandangan tentang perempuan Indonesia, bahkan tentang perempuan Asia pada umumnya sebagai kaum yang dikekang, dibatasi, ‘feminin’, gampang menyerah. Catatan harian ini menunjukkan bahwa Prajurit perempuan Jawa selain ahli memainkan senapan, mereka pun mengikuti perkembangan politik, ekonomi di sekitar kraton dengan detil.

Kereta Belanja
Jml. Produk harga
Kereta Belanja masih kosong
Sub Total :  Rp0
10 Produk Terlaris
  1. Penjelasan Sejarah [979-1262-04-7]
  2. Kota Lama Kota Baru: Sejarah Kota-kota di Indonesia [979-3472-46-3 ]
  3. Teori Belajar dan Pembelajaran [979-25-4442-9]
  4. Raja, Priyayi, dan Kawula [979-3472-13-2]
  5. Apakah Mereka Mata-mata? Orang-orang Jepang di Indonesia 1868-1942 [978-979-3472-83-6]
  6. Sukarno dan Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya [979-3472-57-2]
  7. Bertahan Di Tengah Krisis: Komunitas Tionghoa dan Ekonomi Kota Cirebon [978-602-8335-01-0]
  8. Ketika Sejarah Berseragam [978-979-1287-01-1]
  9. Menyintas dan Menyeberang: Perpindahan Massal Keagamaan Pasca 1965 di Pedesaan Jawa [978-979-1287-02-9]
  10. Gagalnya Historiografi Indonesia [978-979-3472-61-6]
Resensi
Sejarah Tak Pernah Lurus
16 Aug 2009
Oleh Dadang Kusnandar Anggota Lingkaran Dialog Kebudayaan Cirebon TERLALU sering orang bicara meluruskan sejarah. Mengingat pentingnya sejarah yang tidak membohongi publik, tidak...
Berita Terbaru