Categories
Pilih Produsen
Informasi
Biaya Pengiriman
Cara Pembayaran
Layanan Jasa
- 291358 -
Customer Support
Taman Kuliner K52 Condongcatur, Depok, Yogyakarta 55283
Support 1
Support 1
Support 2
Support 2

CD TUTORIAL WEB ECOMMERCE | Membuat toko online dalam 6 jam menggunakan Joomla! Virtuemart

Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi NAZI, Auotobiografi Parlindoengan Lubis 
[979-3731-08-7]
Rp55.000
Rp49.500

 

Penulis : Parlindoengan Loebis

Cetakan : September 2006

Tebal : xxiv + 293 hlm

Ukuran : 14.5 x 21 cm

Deskripsi :

Otobiografi Parlindoengan Loebis ini adalah satu-satunya buku yang mengisahkan pengalaman orang Indonesia mengenai masa hidupnya di kamp konsentrasi Nazi. Pembaca dapat mengikuti riwayat hidup Loebis yang diliputi kejadiankejadian mengerikan dalam gaya penceritaan yang lugas, tidak diperindah secara sastra, namun memperoleh dimensi yang lebih mengerikan lagi menyangkut kehidupannya ketika

disekap dalam kamp konsentrasi Belanda yang terkenal kejam di Schoorl dan Amersfoort, dan di Jerman, yaitu di Buchenwald dan Sachsenhausen, sampai kapitulasi Jerman bulan Mei 1945.

Kereta Belanja
Jml. Produk harga
Kereta Belanja masih kosong
Sub Total :  Rp0
10 Produk Terlaris
  1. Penjelasan Sejarah [979-1262-04-7]
  2. Kota Lama Kota Baru: Sejarah Kota-kota di Indonesia [979-3472-46-3 ]
  3. Teori Belajar dan Pembelajaran [979-25-4442-9]
  4. Raja, Priyayi, dan Kawula [979-3472-13-2]
  5. Apakah Mereka Mata-mata? Orang-orang Jepang di Indonesia 1868-1942 [978-979-3472-83-6]
  6. Sukarno dan Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya [979-3472-57-2]
  7. Bertahan Di Tengah Krisis: Komunitas Tionghoa dan Ekonomi Kota Cirebon [978-602-8335-01-0]
  8. Ketika Sejarah Berseragam [978-979-1287-01-1]
  9. Menyintas dan Menyeberang: Perpindahan Massal Keagamaan Pasca 1965 di Pedesaan Jawa [978-979-1287-02-9]
  10. Gagalnya Historiografi Indonesia [978-979-3472-61-6]
Resensi
Kesetiaan Mempertahankan Hidup
16 Aug 2009
Catatan Dadang Kusnandar Anggota Lingkaran Dialog Kebudayaan, Cirebon MEMBICARAKAN etnis Tionghoa di Indonesia seperti tidak ada habisnya. Mungkin karena etnis Tionghoa tetap menduduki...
Berita Terbaru