Tentara Jepang berhasil menguasai seluruh Indonesia pada 8 Maret 1942. Pemerintah pendudukan Jepang bercita-cita menyatukan seluruh Asia dalam satu kepemimpinan, yaitu kepemimpinan Jepang. Selain itu, mereka menginginkan agar masyarakat Asia mendukung peperangan yang sedang dijalankan melawan tentara Sekutu. Eksploitasi hasil bumi serta mobilisasi manusia adalah wujud dari cita-cita Jepang tersebut. Dalam memperlancar pelaksanaan kebijakan mereka tentang kemakmuran bersama Asia Timur Raya di bawah pimpinan Jepang, pemerintahan militer Jepang memberikan perhatian besar untuk mengambil hati rakyat dan bagaimana mengindoktrinasi mereka. Salah satu alat yang dimanfaatkan Jepang guna menarik simpati rakyat Jakarta adalah melalui media sandiwara. Buku ini menjelaskan kehidupan sandiwara modern yang dimanfaatkan Jepang sebagai alat propaganda perang mereka.