Bila Layla taman melati di musim semi, Majnun padang rumput di musim gugur. Bila dari balik rambutnya Layla memikat dunia dengan sekali pandang, Majnun menjadi pengembara yang menari di hadapannya. Layla memegang cawan anggur, Majnun mabuk oleh aromanya, bahkan sebelum mencecap isinya. Layla menanam serumpun mawar, Majnun menyirami dengan air matanya. Bila kau tahu hakikat seorang pecinta, kau akan menyadari, “ketunggalan harus meniadakan dirinya”, untuk musnah dalam pelukan Sang Kekasih.
Layla dan Majnun adalah pasangan abadi dari surga. Ketika terlahir ke dunia, mereka saling mencinta dan setia walau terus terpisah; walau Majnun kehilangan sifat kemanusiaannya dan berkawan dengan binatang rimba; walau Layla menjalani kawin paksa dengan lelaki yang tak pernah mampu menjamah kegadisannya. Hingga akhirnya, Tuhan menyatukan mereka kembali dalam pelukan kematian. Dan seluruh penghuni surga, melalui tangan Nizami, mengabadikan cinta mereka dalam sebuah kisah cinta paling menggetarkan yang pernah ada.