Penulis : Amiruddin Al Rahab
Cetakan : I, Januari 2010
Tebal : xxvi + 230 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Deskripsi:
Buku ini telah berani dan berhasil menghadirkan dimensi yang sensitif dan disembunyikan dari kehidupan politik dan pemerintahan kita.
- Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia –
Membaca buku ini tidak semata-mata membaca tulisan tentang Papua, lebih dari itu, jika kita mau mencermatinya dalam-dalam buku ini pun akan membantu untuk memahami Papua dan deretan persoalannya.
- B. Josie Susilo Hardianto , Wartawan Kompas -
Inspirasi baru akan muncul dan hikmah dapat dipetik atas persoalan menahun konflik vertikal di Papua jika membaca buku ini. Buku yang penting untuk menunjukkan arahan agar masalah Papua tidak tinggal sekadar “Heboh Papua”, tetapi suatu masalah yang bisa dicarikan solusinya secara komprehensif.
- Septer Manufandu, Sekretaris Eksekutif FOKER LSM PAPUA -
Jawa Pos, Minggu, 19 Agt 2007
Inggit, �Tongkat� Pemapah Soekarno
\"Inggit memberikan kepadaku segala sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh buku,\" demikian Soekarno pernah mengatakan....
Pengelola salah satu jaringan toko buku terbesar asal AS, Borders Group, harus menutup semua toko yang masih tersisa. Penutupan itu terpaksa dilakukan setelah Borders gagal bersepakat dengan Najafi Cos., yang tadinya berminat mengakuisisi Borders demi menyelamatkan jaringan itu dari kebangkrutan.
Program pengembangan minat baca dan perpustakaan belum dianggap prioritas oleh Pemerintah. Nyatanya, untuk melaksanakan visi "Terdepan dalam Informasi Pustaka, Menuju Indonesia Gemar Membaca" pagu anggaran 2012 yang ditetapkan oleh Bappenas dan Kementrian Keuangan tak lebih dari Rp 368 miliar atau berkurang 15 % dari anggaran tahun 2011.