Buku ini membahas pergulatan sosial-politik yang terjadi di Jakarta pada tahun 1970-an, serta bagaimana pembangunan awal Orde Baru sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat ibukota.
Pada 1970-an, Jakarta mengalami pembangunan besar-besaran. Terjadi perubahan wajah kota dengan dibangunnya Taman Ismail Marzuki, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Fair, Taman Impian Jaya Ancol, hotel-hotel internasional, jalan tol Jagorawi, lokalisasi perjudian dan pelacuran, serta berbagai tempat hiburan malam seperti nightclub, bar dan diskotek. Tetapi ada ketimpangan dalam pembangunan sosial politiknya. Dan berbagai peristiwa pun terjadi dalam masa 1970-an, seperti Peristiwa Malari, Aneksasi Timor-Timur, Penertiban NKK/BKK, Skandal Pertamina, munculnya Golput, Kasus Sawito serta Operasi Tertib dapat dianggap sebagai ekses pemerintahan Orba yang akhirnya memicu gerakan perlawanan kaum intelektual.
***
Penulis adalah seorang guru besar di Fakultas Kedokteran UI yang memiliki ketertarikan pada bidang sejarah. Ketertarikannya pada sejarah kotaJakarta mendorongnya untuk menulis buku Jakarta 1950-an; Kenangan Semasa Remaja, Jakarta 1960-an; Kenangan Semasa Mahasiswa dan Jakarta 1970-an; Kenangan Sebagai Dosen.
Jawa Pos, Minggu, 19 Agt 2007
Inggit, �Tongkat� Pemapah Soekarno
\"Inggit memberikan kepadaku segala sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh buku,\" demikian Soekarno pernah mengatakan....
Pengelola salah satu jaringan toko buku terbesar asal AS, Borders Group, harus menutup semua toko yang masih tersisa. Penutupan itu terpaksa dilakukan setelah Borders gagal bersepakat dengan Najafi Cos., yang tadinya berminat mengakuisisi Borders demi menyelamatkan jaringan itu dari kebangkrutan.
Program pengembangan minat baca dan perpustakaan belum dianggap prioritas oleh Pemerintah. Nyatanya, untuk melaksanakan visi "Terdepan dalam Informasi Pustaka, Menuju Indonesia Gemar Membaca" pagu anggaran 2012 yang ditetapkan oleh Bappenas dan Kementrian Keuangan tak lebih dari Rp 368 miliar atau berkurang 15 % dari anggaran tahun 2011.