Ada banyak kejadian mengejutkan dan menyita nyali di sekitar kita. Anda di jalan melihat seseorang mengalami kecelakaan, darah berceceran. Anak tetangga sakit flu dan meninggal setelah beberapa ayamnya tewas mendadak. Seseorang yang Anda cintai mengkhianati Anda, atau meninggalkan Anda untuk selamanya. Anda dimarahi dan dipermalukan bos Anda di depan umum. Atau sebuah gempa menghancurkan rumah dan mengubur seluruh anggota keluarga Anda. Atas semua kejadian itu, ada dua hal yang bisa Anda lakukan. Anda siap, menghadapi semua itu dengan tenang; Anda melawannya dan Anda tampil sebagai pemenang. Atau sebaliknya, Anda terkejut, tidak mampu berpikir lagi, sakit kepala, migrain, gemetar tanpa henti, merasa lemah lunglai, tubuh tak bertenaga, semua menjadi tidak berarti, dan Anda terputus dari segalanya. Jika Anda mengalami yang terakhir ini, Anda telah trauma. Tapi ini masih awal. Namun, jika tidak segera ditangani dengan tepat, hal ini akan menjurus PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), atau gangguan pasca-trauma. Hal ini lebih berbahaya. Tandanya: sulit mengontrol emosi; mudah tersinggung dan marah; gampang diagitasi dan dipanas-panasi; mood gampang berubah, dari baik ke buruk dan sebaliknya, terjadi begitu cepat; panik, cemas, gugup, tertekan, sedih, berduka, depresi, merasa ditolak dan diabaikan. Celakanya, hal ini bisa terjadi bulanan, tahunan, bahkan seumur hidup. Lebih bahaya lagi, trauma bisa menyerang siapa saja: saudara, anak, kakak, suami, istri, ayah, sahabat, tetangga; pada usia berapapun, ras apapun, penganut agama apapun, kapanpun, dan di manapun. Segera lakukan langkah tepat. Langka awal, pahami seluk-beluk trauma. Dari sini, Anda bisa melakukan langkah-langkah pemulihan trauma. Lebih lengkap, segera lahap buku ini dan ikuti panduan praktisnya. Semoga trauma bisa teratasi.
MENYINGKAP JEJAK GERAKAN KIRI TAN MALAKA
Sejarah merupakan bagian terpenting dari eksistensi sebuah bangsa. Disadari atau tidak, sejarah sangat berpengaruh terhadap maju dan mundurnya...
Pengelola salah satu jaringan toko buku terbesar asal AS, Borders Group, harus menutup semua toko yang masih tersisa. Penutupan itu terpaksa dilakukan setelah Borders gagal bersepakat dengan Najafi Cos., yang tadinya berminat mengakuisisi Borders demi menyelamatkan jaringan itu dari kebangkrutan.
Program pengembangan minat baca dan perpustakaan belum dianggap prioritas oleh Pemerintah. Nyatanya, untuk melaksanakan visi "Terdepan dalam Informasi Pustaka, Menuju Indonesia Gemar Membaca" pagu anggaran 2012 yang ditetapkan oleh Bappenas dan Kementrian Keuangan tak lebih dari Rp 368 miliar atau berkurang 15 % dari anggaran tahun 2011.