Categories
Pilih Produsen
Informasi
Biaya Pengiriman
Cara Pembayaran
Layanan Jasa
- 291339 -
Customer Support
Taman Kuliner K52 Condongcatur, Depok, Yogyakarta 55283
Support 1
Support 1
Support 2
Support 2

CD TUTORIAL WEB ECOMMERCE | Membuat toko online dalam 6 jam menggunakan Joomla! Virtuemart

Karnak Cafe 
[978-979-3064-55-0]
Rp29.000
Rp24.650

 

Rabu, 12 Maret 2008
 
 
 

Oleh N. Mursidi (cerpenis Asal Lasem, Jawa Tengah)

Sumber: Media Indonesia, Sabtu, 08 Maret 2008

KEBERADAAN cafe di setiap negara belahan bumi ini, tak bisa disangkal ternyata tidak sekadar sebuah tempat untuk menghilangkan rasa lapar, dan haus belaka. Lebih dari itu, kafe tak jarang menjadi persinggahan orang-orang yang ingin melepas lelah atau rehat sejenak sehabis bekerja, tempat kumpulnya para aktivis diskusi, bahkan bisa menjadi rumah kedua bagi sastrawan untuk mencari inspirasi dan ide sebuah cerita.

 

Tak salah, kalau Najib Mahfudz -seorang sastrawan tersohor Mesir yang pernah mendapatkan hadiah nobel sastra pada 1988- rela meluangkan waktu cukup lama untuk singgah di kafe. Selain duduk dan menikmati minuman kopi, ternyata obrolan Najib dengan para pengunjung lain -di sela-sela minum secangkir kopi- atau melepas kangen dengan teman-temannya ternyata bisa menjadi sebuah cerita yang layak untuk diangkat menjadi sebuah novel. Lantaran dari obrolan di kafe itu, Najib mengaku mendapat banyak pengetahuan, dan wawasan soal politik juga sastra.

 

Hiruk pikuk kehidupan para pengunjung kafe rupanya menjadi daya pikat yang membuat Najib tak kehilangan akal. Najib --yang mulai menulis sejak umur 17 tahun itu-- menjadikan kehidupan kafe sebagai latar belakang kisah, sedang "sejarah politik" dan kondisi sosial Mesir menjadi muatan cerita. Wajar, jika novel ini kemudian diberi judul Karnak Cafe. Karena sejarah politik Mesir itu diceritakan Najib dari balik kafe.

 

Sepintas lalu, memang novel ini menuturkan detail tipikal sebuah cafe tetapi tak dimungkiri lebih memotret kehidupan di balik cafe seputar situasi politik Mesir sebelum dan sesudah kekalahan Mesir pada 1967 dan pilihan hidup warga Mesir yang dirundung duka kekacauan akibat kalah perang melawan Israel. Jadi, tidak disangsikan, novel ini merupakan semacam kemarahan pengarang atas situasi dan kekacauan politik tersebut.

DATA BUKU:

-------------------------------
 Judul buku     : Karnak Cafe
 Penulis           : Najib Mahfudz
 Penerbit         : Pustaka Alvabet, Jakarta
 Cetakan         : I, Februari 2008
 Tebal             : 180 halaman
 -------------------------------

 

Kereta Belanja
Jml. Produk harga
Kereta Belanja masih kosong
Sub Total :  Rp0
10 Produk Terlaris
  1. Penjelasan Sejarah [979-1262-04-7]
  2. Kota Lama Kota Baru: Sejarah Kota-kota di Indonesia [979-3472-46-3 ]
  3. Teori Belajar dan Pembelajaran [979-25-4442-9]
  4. Raja, Priyayi, dan Kawula [979-3472-13-2]
  5. Apakah Mereka Mata-mata? Orang-orang Jepang di Indonesia 1868-1942 [978-979-3472-83-6]
  6. Sukarno dan Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangkaraya [979-3472-57-2]
  7. Bertahan Di Tengah Krisis: Komunitas Tionghoa dan Ekonomi Kota Cirebon [978-602-8335-01-0]
  8. Ketika Sejarah Berseragam [978-979-1287-01-1]
  9. Menyintas dan Menyeberang: Perpindahan Massal Keagamaan Pasca 1965 di Pedesaan Jawa [978-979-1287-02-9]
  10. Gagalnya Historiografi Indonesia [978-979-3472-61-6]
Resensi
Sejarah Tak Pernah Lurus
16 Aug 2009
Oleh Dadang Kusnandar Anggota Lingkaran Dialog Kebudayaan Cirebon TERLALU sering orang bicara meluruskan sejarah. Mengingat pentingnya sejarah yang tidak membohongi publik, tidak...
Berita Terbaru