|
|
Ketika Sejarah Berseragam
[978-979-1287-01-1]
|
Rp55.000
Rp46.750
|
Penulis : Katharine E. McGregor
Cetakan : I, Mei 2008
Tebal : xxvii + 459 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Deskripsi:
Ciri dari historiografi nasional yang dibentuk selama masa Orde Baru Suharto adalah sentralitas negara yang diejawantahkan oleh militer. Sejarah nasional disamakan dengan sejarah militer dan produksi sejarah dikendalikan oleh negara dan militer.
Pada akhirnya versi militer tentang kejadian di tahun 1965 mendominasi historiografi periode tersebut dan melegitimasi naiknya rezim Orde Baru. Buku ini mencermati banyak dari kejadian tersebut yang kemudian diakrabi oleh anak-anak sekolah yang tumbuh di bawah Orde Baru, lalu menganalisis metode dan pendekatan yang digunakan para pembuat sejarah di masa Orde Baru, seperti Nugroho Notosusanto dalam menggambarkan dan menafsirkan kejadian-kejadian ini.
—Henk Schulte Nordholt, Kepala Penelitian KITLV Leiden
Jika rezim sebelumnya membangun sejarah Indonesia sebagai hasil dari perbenturan antara kolonialisme dan imperialisme melawan nasionalisme Indonesia dengan Soekarno sebagai pusat, maka Orde Baru melihat sejarah Indonesia sebagai hasil dari perjuangan antara pendukung dan penentang Pancasila dengan menempatkan militer sebagai faktor penentu. Orde Baru hanya menggantikan Soekarno dengan militer, sementara itu para penentang Pancasila khususnya komunisme dan Islam ekstrimis telah menggantikan posisi kolonialisme dan imperialisme sebagai kambing hitam.
—Bambang Purwanto, Profesor Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada
|
|