" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"> ');

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Selamat datang di ambarrukmo.com | Tempat belanja murah, mudah, dan cepat!
Beranda » Kuliner » Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia

Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia

Kategori:
OFF 20%
Kode : 978-602-386-228-3
Berat : 200 gram
Stok : Ready Stock
Dilihat : 482 kali
Review : Belum ada review
Rp 36.800 Sebelum Rp 46.000
(OFF 20%) Hemat Rp 9.200
Tentukan Pilihan!
Pesan melalui SMS? Klik SMS

Bagikan informasi tentang Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia

Penulis     : Kuskridho Ambardi, dkk.

Tebal         : 146 hlm

Ukuran     : 15,5 x 23 cm

Penerbit   : UGM Press

Bunga rampai ini merangkum lima tulisan yang membahas gagasan tentang jurnalisme yang baik. Lima rangkaian tulisan ini adalah bagian dan salah satu produk dari kerja panjang antara Tim Digi-Journalism yang dimulai sejak tahun 2014 ketika bekerjasama dengan Yayasan Tifa, dalam naungan Program Studi S-2 Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, universitas gadjah Mada. Tim Digi-Journalism itu sendiri di antaranya beranggotakan empat penulis bunga rampai ini. Setahun kemudian, program tersebut digabungkan ke dalam program publikasi Center for Digital Society, di fakultas dan universitas yang sama.

Dalam leksikon aslinya, praktik jurnalisme yang baik ini dikenal dengan sebutan quality journalism yang formasinya mulai berlangsung pada awal abad 20 di Eropa Barat serta amerika utara, yang kemudian merambah ke Indonesia. Belakangan gagasan tentang jurnalisme yang baik mendapat aksentuasi baru dan bersamaan dengan itu datang pula sebuah label baru, yakni civic journalism. Sebagian akademisi dan praktisi lebih memilih label public journalism untuk menamai perkembangan praktik jurnalisme yang muncul di akhir abad 20 di amerika utara.

Kedua genre jurnalisme yang baik ini berkembang di zaman yang berbeda. Quality journalism berkembang saat demokrasi mulai tumbuh dan mengakar di Eropa Barat. Sedangkan civic atau public journalism berkembang saat demokrasi menghadapi gejala meningkatnya apatisme politik di negaranegara demokrasi maju – khususnya di amerika Serikat – di mana persepsi bahwa demokrasi bersifat elitis merebak luas, sedangkan publik tertinggal dalam proses-proses politik yang cenderung berlangsung elitis. Yang menyamakan kedua gagasan dan genre tentang jurnalisme yang baik itu adalah pengutamaan publik dan kepentingan publik dalam kerja-kerja jurnalisme. Lima rampai tulisan tersebut mendiskusikan gagasan jurnalisme yang baik pada level teoritis dan praktis. Di sela-sela diskusi yang diberikannya, kelima tulisan itu menyelipkan tinjauan sejarah gagasan dan praktik jurnalisme tersebut, serta melengkapinya dengan data penelitian. Selain untuk pendokumentasian, tujuan bunga rampai ini adalah membuka percakapan dan memperluas jangkauan diskusi tentang praktik jurnalisme di Indonesia – dengan anda para pembaca. Selamat membaca!

 

Belum ada review untuk Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia

Silahkan tulis review Anda

Produk Terkait Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia

OFF 30%
Rp 69.650 Rp 99.500
Ready Stock / 978-602-556-8251
OFF 15%
Rp 49.300 Rp 58.000
Ready Stock / 979-420-817-5

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami

OFF 20%
Rp 76.000 Rp 95.000
Ready Stock / 978-602-6799-41-8
OFF 15%
Rp 74.800 Rp 88.000
Ready Stock / 978-979-29-7038-8
OFF 15%
Rp 125.800 Rp 148.000
Ready Stock / 978-979-29-6585-8

Twitter

SIDEBAR