Posted on

Leukemia Limfoblastik Akut pada Anak

Penulis     : Roro Rukmi Windi Perdani dan Putu Ristyaning Ayu Sangging

Tebal         : viii + 44 hlm

Ukuran     : 17,5 x 25 cm

Penerbit   : Pustaka Panasea

Deskripsi :

Leukemia adalah keganasan paling sering ditemukan pada anak. Leukemia didefinisikan sebagai penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang, ditandai dengan proliferasi sel-sel darah putih, dengan manifestasi sel-sel abnormal dalam gambaran darah tepi. Leukosit dalam darah berploriferasi secara tidak teratur, tidak terkendali dan fungsinya menjadi tidak normal. Leukemia akut pada anak mencapai 97% dari semua keganasan pada anak dan terdiri dari 2 tipe yaitu Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) 82% dan Leukemia Mieloblastik Akut (LMA) 18%.
Klasifikasi LLA didasarkan atas morfologi sel leukemia dari sediaan apus darah tepi dan sumsum tulang, penanda imunologik, sitogenetik, pewarnaan sitokimia, imunofenotip, biologi molekular atau kombinasi dari pemeriksaan tersebut. Keseluruhan peningkatan jumlah sel-sel leukemia adalah akibat dari proses akumulasi dan juga penurunan jumlah sel-sel yang mati akibat resistensi sel-sel leukemia terhadap apoptosis. Bila populasi sel-sel leukemia telah melewati batas kritisnya, maka sel-sel ini akan berkompetensi dengan sel-sel hematopoesis normal, sehingga gejala-gejala umum seperti anemia, perdarahan dan infeksi merupakan konsekuensi umum dari pengambilalihan tempat hematopoesis di sumsum tulang. Tatalaksana pada LLA terdiri dari medikamentosa yaitu kemoterapi, sesuai dengan protokol LLA Indonesia 2006 dan non medikamentosa yaitu pengobatan penunjang.

Posted on

Fushsush Al Hikam

Penulis : Ibnu ‘Arabi

Tebal : 448 hlm

Ukuran : 15,5 x 24 cm

Penerbit : Diva Press

Deskripsi :

Buku ini berisi ringkasan pandangan dan pengalaman batin Ibnu al-Arabi terkait keilahian dan segala misteri yang melingkupinya. Kitab ini, tak diragukan lagi, adalah salah satu karya pemikirannya yang paling besar dan paling berpengaruh karena memiliki keorisinilan yang tinggi.

Gaya penulisannya yang ringkas dan padat menjadikan buku ini mudah dipahami sekaligus menjadi pendobrak keilmuwan dari para pemikir Islamnyang selama ini dianggap sudah mapan. Keunikan beliau ada pada terhubungnya antara nalar intelektual dengan pengalaman batin. Karya-karyanya dengan demikian tidak hanya logis melainkan juga penuh hikmah.

Posted on

Manajemen Sumber Daya Manusia

Penulis     : Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah

Tebal         : xx + 378 hlm

Ukuran     : 16 x 23 cm

Penerbit   : Gava Media

Deskripsi :

Pandangan-pandangan global terkait dengan kualitas SumberDaya Manusia (SDM) mempengaruhi kebijakan organisasi. Variabel eksternal sangat leluasa mempengaruhi organisasi public antar negara. Maka manajemen SDM senantiasa bersikap pembelajar,  harus berkembang, dan mampu mengambil manfaat perubahan dalam menentukan pendekatan dan strategi dalam praktik MSDM dalam organisasi publik. Buku ini memberikan perspektif baru bagi pembaca, baik akademisi, mahasiswa, praktisi, politisi maupun para pelaku organisasi publik. Dengan buku ini maka mindset dalam memahami MSDM pada tataran teoretis maupun praktis dapat terbentuk dengan melihat konteks dan masalahnya. Membaca buku ini menjadikan cara pandang lengkap dan akurat baik tataran teoretisi maupun praktisi.

Posted on

Manajemen Farmasi

Penulis     : Moh. Anief

Tebal         : 138 hlm

Ukuran     : 14,5 x 21 cm

Penerbit   : UGM Press

Deskripsi :

Profil profesi farmasi merupakan insti­tusi profesi yang memerankan peranan sebagai team kesehatan dibidang obat-obatan dan juga merupakan pengusaha farmasi.

Adalah hal yang wajar bila setiap usa­ha mengharapkan laba yang wajar seperti dikatakan: profit is not only necessary, but it is also the heart of the system.

Oleh karena itu dalam buku Manaje­men Farmasi ini diuraikan tentang mana­jemen karena dalam tugasnya Apoteker dibantu orang lain.

Dalam buku ini diuraikan tentang:

  1. Bentuk teknis ekonomis dan yuridis suatu perusahaan.
  2. Struktur organisasi.
  3. Pembelanjaan yang menguraikan pen­carian dana dan penggunaannya.
  4. Masalah bank sebagai sumber modal.
  5. Masalah biaya dalam usaha Farmasi dan analisis finansiilnya.
  6. Masalah pengendalian persediaan ba­rang agar lebih efisien.
  7. Masalah harga dan teori harga.
  8. Masalah pemasaran.

Karena apoteker merupakan pimpinan tunggal dibidang apotek dalam buku ini diuraikan apa yang perlu diperhatikan dalam mengelola apotek.

Semoga buku ini ada manfaatnya.

 

Posted on

Dasar-Dasar Spektroskopi

Penulis     : Hardjono Sastrohamidjojo

Tebal         : 230 hlm

Ukuran     : 15,5 x 23 cm

Penerbit   : UGM Press

Deskripsi :

Dasar-dasar spektroskopi yang memuat spektrofotometri UV-VIS, Spektrofotometri IR, Spektrometri Resonansi Magnetik Inti dan spektrometri Massa. Buku ini dapat digunakan/diperuntukan bagi mahasiswa strata-satu, dua maupun tiga (S-1, S-2 dan S-3) di bidang kimia FMIPA dan FPMIPA, Farmasi, Teknik Kimia, Agro, Kedokteran maupun bidang penelitian dan D-3 Analisis Kimia.

Posted on

Desain Pembelajaran Sejarah Berbasis Character Building (Berdasarkan Kurikulum 2013)

Penulis     : Haris Firmansyah & Syamsul Kurniawan

Tebal         : 78 hlm

Ukuran     : 16 x 24 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi :

Di sekolah, pendidikan karakter secara langsung dapat dilaksanakan dalam proses belajar-mengajar, karena di sanalah guru dan siswa bersentuhan secara langsung. Hal ini membuat guru memiliki peran penting dalam tercapainya membangun karakter siswa dalam pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang memiliki tujuan National and Character Building adalah pembelajaran sejarah.
Dalam pembelajaran sejarah berbasis pada character building, guru dapat memasukkan nilai-nilai karakter yang disarankan di dalam buku ini melalui materi yang disampaikannya. Materi sejarah tersebut mengandung banyak nilai karakter, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, madiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Posted on

Kualitas Jurnalisme Publik di Media Online: Kasus Indonesia

Penulis     : Kuskridho Ambardi, dkk.

Tebal         : 146 hlm

Ukuran     : 15,5 x 23 cm

Penerbit   : UGM Press

Bunga rampai ini merangkum lima tulisan yang membahas gagasan tentang jurnalisme yang baik. Lima rangkaian tulisan ini adalah bagian dan salah satu produk dari kerja panjang antara Tim Digi-Journalism yang dimulai sejak tahun 2014 ketika bekerjasama dengan Yayasan Tifa, dalam naungan Program Studi S-2 Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, universitas gadjah Mada. Tim Digi-Journalism itu sendiri di antaranya beranggotakan empat penulis bunga rampai ini. Setahun kemudian, program tersebut digabungkan ke dalam program publikasi Center for Digital Society, di fakultas dan universitas yang sama.

Dalam leksikon aslinya, praktik jurnalisme yang baik ini dikenal dengan sebutan quality journalism yang formasinya mulai berlangsung pada awal abad 20 di Eropa Barat serta amerika utara, yang kemudian merambah ke Indonesia. Belakangan gagasan tentang jurnalisme yang baik mendapat aksentuasi baru dan bersamaan dengan itu datang pula sebuah label baru, yakni civic journalism. Sebagian akademisi dan praktisi lebih memilih label public journalism untuk menamai perkembangan praktik jurnalisme yang muncul di akhir abad 20 di amerika utara.

Kedua genre jurnalisme yang baik ini berkembang di zaman yang berbeda. Quality journalism berkembang saat demokrasi mulai tumbuh dan mengakar di Eropa Barat. Sedangkan civic atau public journalism berkembang saat demokrasi menghadapi gejala meningkatnya apatisme politik di negaranegara demokrasi maju – khususnya di amerika Serikat – di mana persepsi bahwa demokrasi bersifat elitis merebak luas, sedangkan publik tertinggal dalam proses-proses politik yang cenderung berlangsung elitis. Yang menyamakan kedua gagasan dan genre tentang jurnalisme yang baik itu adalah pengutamaan publik dan kepentingan publik dalam kerja-kerja jurnalisme. Lima rampai tulisan tersebut mendiskusikan gagasan jurnalisme yang baik pada level teoritis dan praktis. Di sela-sela diskusi yang diberikannya, kelima tulisan itu menyelipkan tinjauan sejarah gagasan dan praktik jurnalisme tersebut, serta melengkapinya dengan data penelitian. Selain untuk pendokumentasian, tujuan bunga rampai ini adalah membuka percakapan dan memperluas jangkauan diskusi tentang praktik jurnalisme di Indonesia – dengan anda para pembaca. Selamat membaca!

 

Posted on

Filsafat, Pemikiran Dasar Pembangunan Kesehatan

Penulis     : R. Hapsara H.R.

Tebal         : 346 hlm

Ukuran     : 14,5 x 21 cm

Penerbit   : UGM Press

Deskripsi :

Pemikiran dasar pembangunan kesehatan adalah pemikiran yang mendasar, yaitu yang mendalam, luas dan berjangkau ke depan tentang fondasi pembangunan kesehatan.  Pemikiran dasar pembangunan kesehatan tersebut pada hakikatnya sama dengan paradigma pembangunan kesehatan. Dengan catatan bahwa paradigma pembangunan kesehatan lebih menekankan pentingnya kerangka berpikir yang mendasar dalam pembangunan kesehatan. Sedangkan pemikiran dasar atau filsafat pembangunan kesehatan menekankan pentingnya proses, perbuatan, dan cara memikir yang seksama tentang fondasi pembangunan kesehatan. Tetapi paradigma dan pemikiran dasar  pembangunan kesehatan tersebut berisikan esensi dari substansi yang sama yaitu: 1. Pelaksanaan, 2. Tujuan, dan 3. Dasar pembangunan kesehatan.

Permasalahan paradigma pembangunan kesehatan yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan pada pokoknya meliputi: 1) kurang diperhatikan pentingnya dasar pembangunan kesehatan, 2) kurang mengacu pada tujuan jangka panjang yang bermakna, 3) kurang bersifat komprehensif, 4) kurang bersifat implikatif, dan 5) kurang fokus pada pentingnya peran manusia dan masyarakatnya sendiri dalam pembangunan kesehatan.

Maksud buku ini adalah untuk mengemukakan kejelasan dan pertimbangan pentingnya pemikiran dasar atau filsafat pembangunan kesehatan dan bagaimana perannya dalam meningkatkan akselerasi, pemerataan, dan mutu pelaksanaan pembangunan kesehatan.

Pembangunan kesehatan melandaskan pada landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 dan landasan operasional peraturan perundangan yang terkait dengan penyelenggaraan pembangunan kesehatan.

Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Sesuai ketetapan dalam SKN 2012, bahwa untuk meningkatkan akselerasi dan mutu pelaksanaan SKN, pembangunan kesehatan perlu melandaskan pada pemikiran dasar pembangunan kesehatan.

Pemikiran dasar pembangunan kesehatan atau paradigma pembangunan kesehatan tersebut berguna bagi peningkatan pembangunan kesehatan, termasuk untuk:

  1. Mempercepat pelaksanaan pembangunan kesehatan dan agar lebih terarah serta lebih meningkatkan sinergi di antara subsistem-subsistem dari Sistem Kesehatan Nasional.
  2. Mendorong pentingnya dan digunakannya makna dari lima unsur-unsur pemikiran dasar pembangunan kesehatan, yaitu: a. Dasar pembangunan kesehatan, b. Tujuan pembangunan kesehatan, c. Hakikat pembangunan kesehatan, d. Perkembangan pembangunan kesehatan, dan e. Kedudukan manusia dalam   pembangunan kesehatan.
  3. Mendukung penguatan dan percepatan pelaksanaan paradigma sehat dalam pembangunan kesehatan.

Manusia dipandang sebagai basis filosofis pembangunan kesehatan.  Dalam kaitan ini, pembangunan kesehatan tersebut perlu berdasarkan pada Perikemanusiaan serta Etika Humanitas, Ketuhanan, dan Etika Profesi. Oleh karena itu, dalam pembangunan kesehatan tidak dibenarkan hanya berdasarkan aspek pragmatis, terutama aspek finansial.

Dalam buku ini dikemukakan peningkatan pembangunan kesehatan yang melandaskan pada pemikiran dasar pembangunan kesehatan, antara lain: 1. Penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional 2012, 2. Penyusunan dan Pelaksanaan RPJPK 2005–2025, 3. Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional, 4. Penguatan Sistem Informasi Kesehatan, 5. Pengembangan Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, serta 6. Penyusunan Agenda Post–2015 Bidang Kesehatan.

 

Posted on

Gudeg Kaleng Bu Tjitro

Paket Gudeg isi 4 kaleng

Komposisi :
Nangka muda, telur bebek, ayam kampung, air, krecek, kacang tholo, bawang merah, bawang putih, kemiri, cabe merah keriting, kelapa, lengkuas, garam, sereh, ketumbar, gula merah, daun jeruk dan daun salam.

Keunggulan Gudeg Kaleng :

  1. 1 kaleng untuk 2 porsi
  2. Praktis dan siap dinikmati kapan saja
  3. Bisa langsung dimakan atau dipanaskan dulu selama 5 menit
  4. Rasa sama dengan gudeg biasanya
  5. Tanpa MSG dan zat pengawet
  6. Tahan lama, bisa sampai 1 tahun
  7. Sangat cocok untuk santapan saat bepergian, oleh-oleh dan lauk sehari-hari