Beranda » Buku » Sosial Politik » Pembangunan Sosial di Wilayah Perbatasan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Pembangunan Sosial di Wilayah Perbatasan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

DISKON 15% Kode: 978-602-433-514-4 Stok: Tersedia
Berat 200 gram
Kondisi Baru
Kategori Sosial Politik
Dilihat 665 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Pembangunan Sosial di Wilayah Perbatasan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 59.500 Rp 70.000
Hemat Rp 10.500
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Pembangunan Sosial di Wilayah Perbatasan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Rp 59.500 Rp 70.000
Tersedia / 978-602-433-514-4
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Pembangunan Sosial di Wilayah Perbatasan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Penulis     : Henny Warsilah dan Dede Wardiat

Tebal         : xii + 182 hlm

Ukuran     : 14,5 x 21 cm

Penerbit   : Obor Indonesia

Deskripsi:

Wilayah perbatasan antar-Negara seharusnya menjadi beranda terdepan dari Negara Indonesia, dan tentunya harus memiliki keunggulan dan daya saing yang mampu meningkatkan keunggulan-keunggulan lokal dan regional sehingga wilayah perbatasan memiliki posisi tawar-menawar ketika berhadapan dengan Negara tetangga. Namun, pada kenyataannya, wilayah perbatasan justru menjadi halaman belakang yang tidak terurus, kondisinya miskin insfrastruktur dan masyarakatnya cenderung tertinggal. Sementara itu, wilayah perbatasan Negara tetangga Malaysia dibangun dengan cukup baik, penataan ruang sosial dan ekonominya sangat terintegrasi, penduduk yang mau bekerja dan menetap di wilayah ini disubsidi oleh Negara, sehingga kondisi ekonomi dan kesejahteraannya sejajar dengan penduduk di perkotaan.

Pada posisi Indonesia, wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Kapuas Hulu, ruang fisik dan ruang sosialnya belum terintegrasi dengan baik. Akibatnya, sumber daya alam dan sumber daya manusia  belum memiliki daya saing. Seharusnya berhadapan dengan Negara tetangga Malaysia, kita harus mampu mengambil peran sebagai pemasok kebutuhan dalam bidang yang tidak dimilikinya.

Wilayah perbatasan juga mengalami krisis air padahal itu sangat dibutuhkan, karena ketersediaan air merupakan kebutuhan utama, baik untuk perkebunan, pertanian, industri, dan kebutuhan rumah tangga. Sumber daya air jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan krisis air di wilayah perbatasan, yang pada ahirnya berimplikasi pada  krisis pangan.

Kajian dalam buku ini difokuskan pada analisis terhadap ketahanan air untuk kebutuhan pangan masyarakat dan upaya meningkatkan daya saing wilayah. Pendekatan kajian ini kuasi kualitatif dan kuantitatif dengan output berupa model pemberdayaan masyarakat yang dapat direkomendasikan sebagai kebijakan tata kelola air dan kelembagaan air untuk pangan.

 

Tags: , ,

Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Twitter

Toko Online Lainnya

Chat via Whatsapp
Layanan Pelanggan
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Layanan Pelanggan
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja