Buku ini merupakan fragmen menarik tentang istri-istri sukarno yang merupakan kumpulan pengarang yaitu, Dewi Puspitasari, Feby Nurhayati, Muhammad yuanda zara, Reni nuryanti, Ruslan, dan Sukendar.
Dalam buku ini yang dibahas adalah :
1. istri-istri sukarno. Banyak orang umum yang belum mengetahui ada berapa istri sukarno?. Sebagian orang umum hanya mengetahui istri sukarno hanyalah first lady atau Fatmawati. Ternyata first lady merupakan istri ketiga dari sukarno.
istri-istri sukarno yang lain adalah siti utari tjokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Mamoppo, Ratna Sari Dewi, Haryatie, Yurike Sanger, dan Heldy Djafar.
Masa kecil Sukarno yang haus kasih sayang, dianggap menjadi salah satu faktor mengapa Sukarno begitu demam perempuan.
Diungkapkan oleh Cindy Adams dalam biografi sukarno : "Aku sangat tertarik kepada gadis-gadis Belanda. Aku ingin sekali mengadakan hubungan cinta dengan mereka".
Sukarno merupakan pahlawan besar yang dicintai rakyatnya, yang penuh dengan kewibawaan dan kecerdasan. Disisi lain Sukarno merupakan "jagoan" yang dapat meluluhkan hati perempuan-perempuan cantik.
Itulah Sukarno, banyak kisah-kisah menarik yang perlu kita tau.
Agar anda tidak penasaran, cobalah anda membacanya. Tidak rugi membaca buku ini, terutama untuk kalangan pencinta sejarah.
Oleh Dadang Kusnandar
Anggota Lingkaran Dialog Kebudayaan Cirebon
TERLALU sering orang bicara meluruskan sejarah. Mengingat pentingnya sejarah yang tidak membohongi publik, tidak...
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemimpin Redaksi The Jakarta Post Endi M Bayuni, yang juga anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menilai, pembubaran diskusi dan bedah buku feminis Muslim asal Kanada, Irshad Manji, yang berjudul "God, Liberty and Love" di Komunitas Salihara, Jakarta, Jumat (4/5/2012) adalah promosi buku yang bagus dan gratis.
Sejarawan Universitas British Columbia, Kanada, Earl Drake, yang pernah menjabat Duta Besar Kanada di Indonesia menggugah pemerhati sejarah nasional dengan menyodorkan kembali sejumlah tanda tanya yang luput dipahami orang.